Selasa, 12 Juni 2012

Peningkatan Hasil Belajar IPA Konsep Struktur Tumbuhan pada Murid Kelas IV SD 279 Palakka Kabupaten Soppeng


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Keberhasilan suatu pendidikan di sekolah salah satu kuncinya adalah keberhasilan guru dalam menyajikan materi pelajaran yang dapat memfasilitasi murid untuk mencapai kompetensi yang diharapkan.
Pendidikan merupakan usaha agar manusia dapat mengembangkan potensi dirinya melalui proses pembelajaran atau dengan cara lain yang di kenal dan diakui oleh masyarakat, dalam bangku sekolah dasar sebagai landasan dan wahana pokok yang menjadi syarat mutlak untuk di kuasai oleh murid dalam menimba pengetahuan lebih lanjut (Alma Buchari dkk; 2010)
Ilmu pengetahuan alam merupakan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis untuk menguasai pengetahuan, fakta-fakta, konsep-konsep, prinsip-prinsip, proses penemuan, dan memiliki sikap ilmiah. Pendidikan IPA adalah di sekolah dasar diharapkan dapat menjadi wahana bagi murid untuk mempelajari dirinya sendiri dan alam sekitar. IPA dikenal juga dengan nama sains (Rosa Kemala; 2006).
Hal yang menjadi hambatan dalam pembelajaran IPA disebabkan kurang dikemasnya pembelajaran IPA dengan metode yang menarik dan menyenangkan. Seorang guru sering kali menyampaikan materi pembelajaran IPA apa adanya, sehingga pembelajaran IPA cenderung membosankan dan kurang menarik minat para murid yang berakibatkan pada prestasi belajar murid yang kurang memuaskan.
Dunia pendidikan kita ditandai oleh disparitas antara pencapaian akademis standard dan performance standard. Faktanya, banyak peserta didik mampu menyajikan tingkat hafalan yang baik terhadap materi ajar yang diterimanya, namun pada kenyataannya mereka tidak memahaminya. Sebagian besar dari peserta didik tdak mampu menghubungkan antara apa yang mereka pelajari dengan bagaimana pengetahuan tersebut akan dipergunakan/dimanfaatkan. Peserta didik memiliki kesulitan untuk memahami konsep akademik sebagaimana mereka biasa diajarkan yaitu dengan menggunakan sesuatu yang abstrak dan metode ceramah. Padahal mereka sangat butuh untuk dapat memahami konsep-konsep yang berhubungan dengan tempat kerja dan masyarakat pada umumnya di mana mereka akan hidup dan bekerja.
Sebagai medium pendekat antara materi dan peserta didik pada pembelajaran artificial adalah aktivitas mental berupa hafalan. Pembelajaran lebih menekankan memorisasi terhadap materi yang dipelajari daripada struktur yang terdapat di dalam materi itu. Pembelajaran seperti ini melelahkan dan membosankan. Belajar bukan manifestasi kesadaran dan partisipasi, melainkan keterpaksaan dan mobilisasi. Dampak psikis ini tentu kontraproduktif dengan hakikat pendidikan itu sendiri yaitu memanusiakan manusia atas seluruh potensi kemanusiaan yang dimiliki secara kodrati. Pembelajaran seharusnya menjadi aktivitas bermakna yakni pembebasan untuk mengaktualisasi seluruh potensi kemanusiaan, bukan sebaliknya.
Seiring dengan pengembangan filsafat konstruktivisme dalam pendidikan selama dekade ini, muncul pemikiran kritis merenovasi pembelajaran bagi anak bangsa negeri ini menuju pembelajaran yang berkualitas, humanis, organis, dinamis, dan konstuktif. Salah satu pemikiran kritis itu adalah pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan atau PAIKEM.
B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalahnya adalah apakah penggunaan PAIKEM ((Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan) dapat meningkatkan hasil belajar IPA pada murid kelas IV di SD 279 Palakka Kabupaten Soppeng?
C.    Tujuan
Tujuannya adalah untuk meningkatkan hasil belajar IPA dengan menggunakan PAIKEM pada murid kelas IV di SD 279 Palakka Kabupaten Soppeng.
D.    Manfaat
A.    Manfaat Teoretis
Hasil penelitian ini dapat dijadikan landasan pengembangan pembelajaran  sebagai upaya untuk meningkatkan hasil belajar IPA, yaitu melalui PAIKEM pada murid kelas IV SD 279 Palakka Kabupaten Soppeng.
B.     Manfaat Praktis
a.       Bagi Murid
1.      Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dalam upaya meningkatkan hasil belajar IPA dengan PAIKEM.
2.      Dengan diterapkannya metode PAIKEM dapat mengasah dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis murid dalam pembelajaran IPA.
b.      Bagi Guru
1.      Sebagai bahan masukan dan perbandingan bagi guru dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran murid.
2.      Sebagai bacaan atau kajian bagi guru agar dapat meningkatkan hasil belajar.
c.       Bagi Sekolah
Sebagai masukan bagi sekolah dalam penyempurnaan kurikulum yang telah dilaksanakan sebelumnya, sehingga proses pembelajaran dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang di harapkan.



BAB II
KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR, DAN HIPOTESIS TINDAKAN
A.    Kajian Pustaka
1. Struktur Tumbuhan
a.      Akar
Akar pada tumbuhan berasal dari akar lembaga, yaitu akar yang pertama kali tumbuh dari embrio dalam biji. Pada tumbuhan dikotil atau berkeping dua dan tumbuhan biji terbuka, akar lembaga terus tumbuh hingga dihasilkan akar tunggang. Namun pada tumbuhan monokotil atau berkeping satu, akar lembaga itu mati kemudian dari pangkal batang tumbuhan akar-akar yang mempunyai ukuran hampir sama, disebut akar serabut.
 

Inti Akar

Rambut akar 

Tudung akar   

Gambar 1. Bagian-bagian akar
Secara umum, akar memiliki beberapa bagian utama. Bagian-bagian tersebut adalah inti akar, rambut akar, dan tudung akar.
·         Inti Akar. Inti akar terdiri atas pembuluh kayu dan pembuluh tapis. Pembuluh kayu berfungsi mengangkut air dari akar ke daun. Pembuluh tapis berfungsi mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tubuh
·         Rambut Akar. Rambut akar atau bulu-bulu akar berbentuk serabut halus. Rambut akar terletak di dinding luar akar. Fungsi rambut akar adalah mencari jalan diantara butiran tanah. Hal inilah yang menyebabkan akar dapat menembus masuk ke dalam tanah. Selain itu, rambut akar juga berfungsi menyerap air dari dalam tanah.
·         Tudung Akar. Tudung akar terletak di ujung akar. Bagian ini melindungi akar saat menembus tanah.
Akar merupakan organ tumbuhan yang mempunyai fungsi:
1)      Untuk menambahkan organ tubuh lainnya pada tanah atau tempat hidupnya. Kedalaman dan keluasan tempat penyebaran akar umumnya berimbang dengan ketinggian dan kerindangan tumbuhan.
2)      Pada beberapa jenis tumbuhan, akar berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan.
3)      Untuk menyerap air dan hara tanah serta mengalirkannya ke organ tumbuhan lainnya.
b.       Batang
                                 Gambar 2. Bagian-bagian Batang
Batang adalah bagian tumbuhan yang meliputi leher akar, batang, cabang, dan ranting. Batang merupakan salah satu organ tanaman yang berfungsi sebagai penghubung akar dan daun. Di dalam batang terdapat saluran-saluran halus yang berguna untuk mengangkut air dari akar ke daun. Batang juga berfungsi sebagai tempat daun tumbuh. Cabang-cabang pada batang dapat tumbuh lebih tinggi untuk menghantar daun kearah sinar matahari. Jenis-jenis batang adalah sebagai berikut:
1)      Dari letaknya pada tanah
Tentang letak batang pada tanah tentunya apakah letak batang itu ada di atas permukaan tanah atau ada di dalam tanah di bawah permukaan tanah. Contohnya adalah 1)arbor atau pohon-pohonan ataupun tumbuhan besar biasanya mempunyai batang yang letaknya di atas tanah, di atas permukaan tanah, 2) tumbuhan gramineae, Zingiberceae, Araceae umumnya mempunyai batang yang berada dalam tanah, di bawah permukaan tanah berbentuk Rhizoma ataupun Tuber (ubi), dan 3) tumbuhan liliaceae, iridiceae, amaryllidaceae, mempunyai batang dalam tanah, di bawah permukaan tanah, berbentuk umbi-umbian atau bawang-bawangan (Bulbus).
2)      Dari derajat Lignine yang terkandung pada batang
Bergantung pada banyak sedikitnya zat kayu (lignine) yang terkandung pada batang tumbuhan adalah sebagai berikut:
-          Batang lunak/basah (Herbaceus), sehubungan dengan banyaknya air yang terkandung di dalamnya, yang berarti lignine yang terkandung sedikit sekali atau bahkan tidak ada. Contohnya adalah batang Herbaceus yang berongga misalnya pada tumbuhan oryza sativa pada kangkung. Dan batang Herbaceus yang massif (berisi) pada tumbuhan pacar dan bayam.
-          Batang berkayu (Lignosus), tumbuhan yang batangnya berkayu tentunya banyak terkandung lignine pada batangnya, keadaan batang itu keras dan warnanya pun tidak hijau melainkan pirang. Pun tumbuhan berkayu ini sebutan terhadap tumbuhannya adalah tumbuhan perdu dan tumbuhan di sebut pohon.
3)      Dari bentuk penampangnya yang horizontal
Para pakar antara lain mengemukakan sebutan:
-          Batang bulat (teres), karena memang bentuk batang itu dapat di golongkan bulat, sebagai contohnya yaitu petai cina, dan tumbuhan randu.
-          Batang bersegi/bersisi (angularis), yang bersegi tiga misalnya batang tumbuhan rumput payung.
-          Batang yang pipih menebal (discoedeus). Pada tumbuhan jenis cactaceae.
4)      Dari keadaan permukaan batang
Beberapa sebutan terhadap batang tumbuhan di bawah ini adalah di dasarkan pada tinjauan bagaimana keadaan kulit batang tumbuhan tersebut antara lain:
-          Batang licin, misalnya batang tumbuhan Leucena glauca
-          Batang berusuk, misalnya batang tumbuhan kentang hitam
-          Batang beralur, misalnya batang tumbuhan kaktus
-          Batang bersayap, batang tumbuhan ini bersegi atau dapat dikatakan pula mempunyai sisi-sisi yang menjulang atau melebar keluar.
5)      Dari umur batang
Berdasarkan umur batang tersebut dapat dikenal pembagian jenis tumbuhan sebagai berikut:
-          Tumbuhan setahun, yaitu tumbuhan yang pada umumnya mempunyai siklus pertumbuhan kurang dari satu tahun. Jadi setelah tumbuhan itu berbuah dan buahnya matang, selanjutnya tumbuhan ini akan mati. Sebagai contohnya ialah tumbuhan palawija, misalnya berbagai jenis kacang-kacangan.
-          Tumbuhan bi-ennis, pada tumbuhan yang umur pertumbuhannya lebih dari satu tahun.
-          Tumbuhan tahunan, tumbuhan ini dapat terdiri atas tumbuhan perdu tahunan.
6)      Dari arah tumbuhnya batang
Pertumbuhan batang tidak selamanya lurus, melainkan juga ada batang yang tumbuhnya berlekuk-lekuk. Batang yang selalu tampak pada mata kita ialah batang yang pertumbuhannya di atas permukaan tanah, batang demikian mempunyai arah yang pertumbuhan yang berbeda-beda, adalah sebagai berikut:
-          Batang dengan arah pertumbuhan yang tegak ke atas disebut erectus
-          Batang dengan arah pertumbuhan yang menggantung disebut pendulus
-          Batang dengan arah tumbuhan yang membaring disebut prostates
-          Batang dengan arah tumbuhan yang menjalar disebut repens
-          Batang tumbuhan yang pertumbuhannya tampak seakan-akan tumbuh bangkit disebut ascendes
c.       Daun
Daun merupakan organ tumbuhan yang memiliki peran penting dalam memproduksi bahan makanan. Di samping karena daun  merupakan organ tumbuhan yang paling luas permukaannya sehingga daun dapat menyerap energi cahaya sebesar-sebesarnya, pada umumnya daun memiliki jaringan yang paling banyak mengandung klorofil atau zat hijau daun. Daun adalah organ tubuh tanaman yang menentukan kelangsungan hidup suatu tanaman, karena di dalam daun terjadi proses fotosintesis, respirasi, dan transpirasi.


Pelepah daun               Tulang daun                 Tangkai daun
pelepah da






                              Helai daun
                              Gambar 3. Bagian-bagian Daun
Bentuk tulang daun juga bermacam-macam, antara lain, menyirip, melengkung, menjari, dan sejajar.
·         Menyirip. Tulang daun jenis ini memiliki susunan seperti sirip-sirip ikan.Contoh tumbuhan yang memiliki jenis tulang seperti ini adalah tulangdaun jambu, mangga, dan rambutan.
·         Melengkung. Tulang daun melengkung berbentuk seperti garis-garis melengkung. Tulang daun jenis ini dapat kita temukan pada berbagai tumbuhan di lingkungan sekitar kita. Misalnya, tulang daun sirih, gadung, dan genjer.
·         Menjari. Tulang daun menjari bentuknya seperti jari-jari tangan manusia. Misalnya, tulang daun pepaya, jarak, ketela pohon, dan kapas.
Bagi tumbuhan, daun memiliki beberapa kegunaan. Misalnya, sebagai tempat pembuatan makanan, pernapasan, dan penguapan.
·         Pembuatan makanan. Daun berguna sebagai dapur tumbuhan. Tahukah kamu fungsi dapur? Di dalam daun terjadi proses pembuatan makanan (pemasakan makanan). Makanan ini digunakan tumbuhan untuk kelangsungan proses hidupnya dan jika lebih disimpan.
·         Pernapasan. Di permukaan daun terdapat mulut daun (stomata). Melalui stomata pertukaran gas terjadi. Daun mengambil karbondioksida dari udara dan melepas oksigen ke udara. Proses inilah yang menyebabkan kamu merasa nyaman saat berada di bawah pohon pada siang hari.
·         Penguapan. Tidak semua air yang diserap akar dipakai oleh tumbuhan. Kelebihan air ini jika tidak dibuang dapat menyebabkan tumbuhan menjadi busuk dan mati. Sebagian  air yang tidak digunakan dibuang melalui mulut daun dalam bentuk uap air. Pada malam hari, kelebihan air dikeluarkan melalui sel-sel pucuk daun. Proses ini disebut gutasi.
d.      Bunga dan Buah
Bunga
             Benang Sari                         Putik                            Mahkota



                                                                                              Kelopak
          Tangkai Bunga
                                       Gambar 4. Bagian-bagian bunga
Bagian-bagian bunga adalah sebagai berikut:
·         Tangkai Bunga
Tangkai bunga merupakan bagian yang berada pada bagian bawah bunga. Tangkai ini berperan sebagai penopang bunga dan sebagai penyambung antara bunga dan batang atau ranting.
·         Kelopak Bunga
Kelopak bunga merupakan bagian yang melindungi mahkota bunga ketika masih kuncup.Biasanya, bentuk dan warnanya menyerupai daun.
·         Mahkota Bunga
Mahkota bunga umumnya memiliki warna bermacam-macam sehingga disebut perhiasan bungaWarna yang menarik itu berguna untuk memikat kupu-kupu atau serangga lainnya agar hinggap pada bunga. Serangga tersebut dapat membantu dalam proses penyerbukan.
·         Putik
Putik terdapat di bagian tengah-tengah bunga.Biasanya, putik dikelilingi oleh benang sari. Putik berfungsi sebagai alat kelamin betina. Putik terdiri atas kepala putik dan tangkai putik.Pada bagian dasar tangkai putik terdapat bagian yang kelak akan menjadi buah dan biji. Apabila serbuk sari berhasil menempel pada bagian kepala putik maka terjadi proses penyerbukan. Proses penyerbukan merupakan awal dari perkembangbiakan pada tumbuhan.
·         Benang Sari
Benang sari terdapat pada bagian tengah bunga yang berdekatan dengan mahkota bunga. Benang sari berfungsi sebagai alat kelamin jantan. Benang sari terdiri atas tangkai sari dan kepala sari.Pada kepala sari ini dihasilkan serbuk sari.Serbuk sari bersifat ringan dan mudah terbang tertiup angin. Selain itu, serbuk sari dapat menempel pada kaki, kepala, dan tubuh kupu-kupu atau serangga yang hinggap.
Bunga sebenarnya adalah alat untuk berkembang biak bagi tumbuhan. Pada umumnya bunga terdiri atas kelopak, mahkota, putik, dan benang sari. Bunga memiliki warna dan bentuk yang bervariasi. Ada bunga yang berwarna putih, ada bunga yang berwarna kuning, ada bunga yang berwarna merah, dan ada pula yang berwarna ungu.
Bunga juga memiliki aroma yang berbeda-beda. Ada bunga yang beraroma sedap dan ada juga bunga yang beraroma tak sedap. Yang beraroma sedap adalah melati dan mawar. Raflesia adalah contoh bunga beraroma tak sedap. Aroma bunga ditentukan oleh minyak yang di hasilkan bunga tersebut. Minyak tersebut mudah menguap sehingga kita dapat mencium aroma bunga itu.
Buah
                                                Daging Buah
                                               


                                                           
                                                Biji
            Gambar 5. Daging buah dan biji pada mangga dan apel
Pengertian biji/buah sangat beragam, terutama bila di kaitkan dengan asal muasal terbentuknya. Namun, bila diterjemahkan berdasarkan aspek pemanfaatannya, maka buah adalah bagian generatif tanaman yang dapat di manfaatkan/ dimakan. Sedangkan menurut kamus “Oxford English Dictionary” buah adalah produk yang edible (dapat dimakan) dan tanaman yang terdiri dari biji dan pelapisnya yang berdaging atau berkayu lunak.
Berdasarkan morfologinya buah merupakan proses perkembangan lebih lanjut dari ovary (bakal buah). Ovary ini dapat tunggal atau berganda dengan atau tanpa asesori buah, seperti tangkai buah.

2.      PAIKEM
PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. PAIKEM adalah sebuah pendekatan yang memungkinkan peserta didik mengerjakan kegiatan beragam untuk mengembangkan keterampilan, sikap akan pemahamannya dengan penekanan belajar sambil bekerja. Aktif di maksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga murid aktif bertanya, mempertanyakan, dan mengemukakan gagasan. Belajar memang merupakan suatu proses aktif dari si pembelajar dalam membangun pengetahuannya, bukan proses pasif, yang hanya menerima kucuran ceramah guru tentang pengetahuan. Sehingga, jika pembelajaran tidak memberikan kesempatan kepada murid untuk berperan aktif, maka pembelajaran tersebut bertentangan dengan hakikat belajar.
Inovatif, pembelajaran merupakan proses pemaknaan atas realitas kehidupan yang dipelajari. Makna itu hanya biasa dicapai jika pembelajaran dapat memfasilitasi kegiatan belajar yang memberi kesempatan kepada peserta didik menemukan sesuatu melalui aktivitas belajar yang dilakoninya.
Kreatif juga dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan murid. Efektif berarti proses pembelajaran tersebut bermakna bagi murid. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif, yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai murid setelah proses pembelajaran berlangsung. Sebab, belajar memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai.
Menyenangkan adalah suasana belajar-mengajar yang menyenangkan sehingga murid memusatkan perhatian secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya tinggi.
Menurut hasil penelitian, tingginya waktu curah terbukti meningkatkan hasil belajar. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajran tidak efektif, yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai  sejumlah tujuan pembelajaran yang harus di capai. Jika pembelajran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif, maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa.
Tujuan PAIKEM ini adalah terdapatnya perubahan paradigma di bidang pendidikan, seperti yang dicanangkan oleh Depdiknas, bahwa pendidikan di Indonesia saat ini sudah harus beranjak dari: (1) schooling menjadi learning, (2) instructive menjadi facilitative, (3) government role menjadi community role, dan (4) centralistic menjadi decentralistic. Ini berarti pada saat sekarang, pendidikan tidak hanya tanggung jawab lembaga formal seperti sekolah, tapi sudah menjadi tanggung jawab semua pihak.
Secara garis besar, gambaran PAIKEM adalah sebagi berikut:
·         Murid terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar berbuat.
·         Menggunakan berbagai alat bantu dan cara membangkitkan semangat, termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik, menyenangkan, dan cocok bagi murid.
·         Guru mengatur kelas dan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’ guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif, termasuk cara belajar kelompok.
·         Guru mendorong murid untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah, untuk mengungkapkan gagasan, dan melibatkan murid dalam menciptakan lingkungan sekolahnya.
Proses Pelaksanaan PAIKEM
1.      Memahami sifat yang dimiliki anak
Pada dasarnya anak memiliki sifat rasa ingin tahu dan berimajinasi. Anak desa, anak kota, anak orang kaya, anak orang miskin, anak Indonesia, atau anak bukan Indonesia, selama mereka normal terlahir memiliki kedua sifat itu. Kedua sifat tersebut merupakan modal dasar bagi berkembangnya sikap/berpikir kritis dan kreatif.
2.      Mengenal anak secara perorangan
Para murid berasal dari lingkungan keluarga yang bervariasi dan memiliki kemampuan yang berbeda. Dalam PAIKEM perbedaan individual perlu diperhatikan dan harus tercermin dalam kegiatan pembelajaran.
Semua anak dalam kelas tidak selalu mengerjakan kegiatan yang sama, melainkan berbeda sesuai dengan kecepatan belajarnya. Anak-anak yang memiliki kemampuan lebih dapat dimanfaatkan untuk membantu temannya yang lemah (tutor sebaya).
Dengan mengenal kemampuan anak, kita dapat membantunya bila mendapat kesulitan sehingga belajar anak tersebut menjadi optimal.
3.      Memanfaatkan perilaku anak dalam pengorganisasian belajar
Sebagai makhluk sosial, anak sejak kecil secara alami bermain berpasangan atau berkelompok dalam bermain. Perilaku ini dapat di manfaatkan dalam pengorganisasian belajar. Dalam melaksanakan tugas atau membahas sesuatu, anak dapat bekerja berpasangan atau dalam kelompok.
Berdasarkan pengalaman, anak akan menyelesaikan tugas dengan baik bila mereka duduk berkelompok. Duduk seperti ini memudahkan mereka untuk berinteraksi dan bertukar pikiran.
4.      Mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan kemampuan memecahkan masalah
Pada dasarnya hidup ini adalah memecahkan masalah. Hal ini memerlukan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Kritis untuk menganalisis masalah, dan kreatif untuk melahirkan alternatif pemecahan masalah. Kedua jenis berpikir tersebut, kritis dan kreatif, berasal dari rasa ingin tahu dan imajinasi yang keduanya ada pada diri anak sejak lahir.
5.      Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik
Ruang kelas yang menarik merupakan hal yang sangat di sarankan dalam PAIKEM. Hasil pekerjaan murid sebaiknya di pajangkan untuk memenuhi ruang kelas seperti itu. Selain itu, hasil pekerjaan yang dipajangkan diharapkan memotivasi siswa untuk lebih baik dan menimbulkan inspirasi bagi murid lain.
6.      Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar
Lingkungan (fisik, sosial, atau budaya) merupakan sumber yang sangat kaya untuk bahan belajar anak. Lingkungan dapat berperan sebagai media belajar, tetapi juga sebagai objek kajian (sumber belajar). Penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar sering membuat anak merasa senang belajar.
7.      Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar
Mutu hasil belajar akan meningkat bila terjadi interaksi dalam belajar. Pemberian umpan balik dari guru kepada murid merupakan salah satu bentuk interaksi antara guru dan murid. Umpan balik hendaknya lebih mengungkap kekuatan daripada kelemahan murid.
8.      Membedakan antara aktif fisik dan aktif mental
Banyak guru yang sudah merasa puas bila menyaksikan para murid kelihatan sibuk bekerja dan bergerak. Apalagi jika bangku dan meja diatur berkelompok serta murid duduk saling berhadapan. Keadaan tersebut bukanlah ciri yang sebenarnya dari PAIKEM.
Aktif mental lebih diinginkan daripada aktif fisik. Sering bertanya, mempertanyakan gagasan orang lain, dan mengungkapkan gagasan merupakan tanda-tanda aktif mental. Syarat berkembangnya aktif mental adalah tumbuhnya perasaan tidak takut, takut di tertawakan, takut disepelekan, atau takut dimarahi jika salah. Oleh karena itu, guru hendaknya menghilangkan penyebab rasa takut tersebut, baik yang datang dari guru itu sendiri maupun dari temannya.
3.      Kelemahan PAIKEM
PAIKEM menuntut seorang guru untuk aktif dan kreatif dalam mengembangkan ilmu dan wawasannya, sehingga mampu memberikan inspirasi dan motivasi murid untuk belajar dan mengembangkan kreativitasnya. Tetapi apabila guru pasif, maka tujuan PAIKEM tidak akan tercapai.
Kelemahan lainnya adalah program ini mengharuskan seorang guru untuk berperan aktif, proaktif, dan kreatif dalam mencari dan merancang media/bahan ajar alternatif yang mudah, murah, sederhana, namun tetap relevan dengan tema pelajaran yang sedang dipelajari.
Proses pembelajaran akan berlangsung seperti yang di harapkan jika peran guru dalam berinteraksi dengan muridnya selalu memberikan motivasi, memfasilitasi tanpa mendominasi, memberikan kesempatan untuk berpartisipasi aktif, serta membantu dan mengarahkan murid untuk mengembangkan bakat dan minat mereka melalui proses pembelajaran yang terencana.
Perlu di catat bahwa tugas dan tanggung jawab utama bagi guru dalam paradigma baru pendidikan bukan “membuat siswa belajar”, tetapi “ membuat siswa mau belajar” dan bukan “mengajarkan mata pelajaran”, tetapi mengajarkan cara bagaimana mempelajari mata pelajaran”.
Prinsip pembelajaran yang perlu dilakukan adalah jangan mengondisikan murid hanya untuk mendengarkan, karena mereka akan mudah lupa jika hanya mendengarkan saja. Jangan pula membuat murid memperhatikan saja, karena mereka hanya bisa mengingat. Yang sebaiknya di lakukan oleh seorang guru adalah meyakinkan murid untuk melakukan, karena mereka pasti akan mengerti dan mengingatnya.
4.      Belajar dan Hasil Belajar
a.      Belajar
Belajar dalam idealisme berarti kegiatan psiko-fisik-sosio menuju ke perkembangan pribadi seutuhnya. Namun, realitas yang dipahami oleh sebagian besar masyarakat tidaklah demikian. Belajar di anggapnya properti sekolah. Kegiatan belajar selalu dikaitkan dengan tugas-tugas sekolah. Sebagian besar masyarakat menganggap belajar di sekolah adalah usaha penguasaan materi ilmu pengetahuan. Anggapan tersebut tidak seluruhnya salah, sebab seperti dikatakan Reber, belajar adalah the process of acquiring knowledge. Belajar adalah proses mendapatkan pengetahuan.
Gagne ( dalam Agus Suprijono,2009: 2) bahwa belajar adalah perubahan disposisi atau kemampuan yang di capai seseorang melalui aktivitas. Perubahan disposisi tersebut bukan diperoleh langsung dari proses pertumbuhan seseorang secara alamiah.
Pendapat yang hampir senada dikemukakan oleh Skemp (1979: 71) bahwa “ learning is change of state of a director system toward states which make possible better functioning”. Belajar adalah suatu perubahan dari sistem direktori yang memungkinkannya berfungsi lebih baik.
Selanjutnya, menurut Harol Spears (dalam Agus Suprijono, 2009: 2) bahwa learning is to observe, to read, to imitate, to try something themselves, to listen, to follow direction. Dengan kata lain, bahwa belajar adalah mengamati, membaca, meniru, mencoba sesuatu, mendengar dan mengikuti arah tertentu.
b.      Hasil Belajar
Hasil belajar adalah pola-pola perbuatan, nilai-nilai, pengertian-pengertian, sikap-sikap, apresiasi dan keterampilan. Merujuk pemikiran Gagne, hasil belajar berupa:
·         Informasi verbal yaitu kapabilitas mengungkapkan pengetahuan dalam bentuk bahasa, baik lisan maupun tertulis.
·         Keterampilan intelektual yaitu kemampuan mempresentasikan konsep dan lambang.
·         Strategi kognitif yaitu kecakapan menyalurkan dan mengarahkan aktivitas kognitifnya sendiri.
·         Keterampilan motorik yaitu kemampuan melakukan serangkaian gerak jasmani dalam urusan dan koordinasi, sehingga terwujud otomatisme gerak jasmani.
·         Sikap adalah kemampuan menerima atau menolak objek berdasarkan penilaian terhadap objek tersebut.
Menurut Bloom, hasil belajar mencakup kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor. Domain kognitif adalah knowledge (pengetahuan, ingatan), comprehension (pemahaman, menjelaskan, meringkas, contoh), application (menerapkan), analysis (menguraikan, menentukan hubungan), synthesis (mengorganisasikan, merencanakan, membentuk banguna baru), dan evaluation (menilai). Domain afektif adalah receiving (sikap menerima), responding (memberikan respons), valuing (nilai), organization (organisasi), characterization (karakterisasi). Domain psikomotor meliputi initiatory, pre-routine, dan rountinized. Psikomotor juga mencakup keterampilan produktif, teknis, fisik, sosial, manajerial, dan intelektual. Sementara, menurut Lindgren hasil pembelajaran meliputi kacakapan, informasi, pengertian dan sikap.
Yang harus diingat, hasil belajar adalah perubahan perilaku secara keseluruhan bukan hanyas alah satu aspek potensi kemanusiaan saja. Artinya, hasil pembelajaran yang dikategorisasi oleh para pakar pendidikan sebagaimana tersebut di atas tidak dilihat secara fragmentaris atau terpisah, melainkan komprehensif.
5.      Hakekat  IPA
Kata “IPA” biasa di terjemah dengan Ilmu Pengetahuan Alam yang berasal dari kata natural science. Natural artinya alamiah dan berhubungan dengan alam, sedangkan science artinya ilmu pengetahuan. Jadi IPA secara harfiah dapat di sebut sebagai ilmu pengetahuan tentang alam atau yang mempelajari peristiwa-peristiwa yang terjadi di alam. Penggunaan kata IPA sebagai natural science perlu di pertegas untuk membedakannya dari pengertian social science, educational science, political science, dan penggunaan kata science yang lainnya. Ruang lingkup IPA seperti yang ada dalam kurikulum pendidikan di Indonesia adalah IPA (tingkat sekolah dasar), IPA Biologi, IPA Fisika, IPA Kimia, IPA Bumi dan Antariksa (tingkat sekolah menengah).
Hampir setengah abad yang lalu, Vessel (1965) memberikan jawaban yang sangat singkat tetapi bermakna yakni “science is what scientists do”. IPA adalah apa yang di kerjakan para ahli IPA (saintis). Suatu penemuan setiap aspek dari lingkungan sekitar, yang menjadikan seseorang dapat mengukurnya sebaik mungkin, mengumpul dan menilai data dari hasil penelitiannya dengan hati-hati dan terbuka.
Pengertian lain yang juga sangat singkat tetapi bermakna adalah “science as a way of knowing” (Trowbridge & Baybee, 1990: 48). Frase ini mengandung ide bahwa IPA adalah proses yang sedang berlangsung dengan fokus pada pengembangan dan pengorganisasian pengetahuan.
IPA di dasarkan pula pada pendekatan empirik dengan asumsi bahwa alam raya ini dapat di pelajari, di pahami, dan di jelaskan yang tidak semata-mata bergantung pada metode kausalitas tetapi melalui proses tertentu, misalnya observasi, eksperimen, dan anlisis rasional. Dalam hal ini juga digunakan sikap tertentu, misalnya berusaha berlaku seobyektif mungkin, dan jujur dalam mengumpulkan dan mengevaluasi data. Dengan menggunakan proses dan sikap ilmiah ini akan melahirkan penemuan-penemuan baru yang menjadi produk IPA. Jadi IPA bukan hanya terdiri atas kumpulan penegtahuan atau berbagai macam fakta yang di hafal, tetapi terdiri atas proses aktif menggunakan pikiran dalam mempelajari gejala-gejala alam yang belum dapat di terangkan.
Harlen (1997) mengemukakan tiga karaktiristik utama IPA yakni: Pertama, memandang bahwa setiap orang mempunyai kewenangan untuk menguji validitas (kesahihan) prinsip dan teori ilmiah. Meskipun kelihatannya logis dan dapat di jelaskan secara hipotesis, teori dan prinsip hanya berguna jika sesuai dengan kenyataan yang ada. Kedua, member pengertian adanya hubungan antara fakta-fakta yang di observasi yang memungkinkan penyusunan prediksi sebelum sampai pada kesimpulan. Teori yang di susun harus di dukung oleh fakta-fakta dan data yang teruji kebenarannya. Ketiga, memberi makna bahwa teori IPA bukanlah kebenaran  yang akhir tetapi akan berubah atas dasar perangkat pendukung teori tersebut. Hal ini memberi penekanan pada kreativitas dan gagasan tentang perubahan yang telah lalu dan kemungkinan perubahan di masa depan, serta pengertian tentang perubahan itu sendiri.





B.     Kerangka Pikir
Mata Pelajaran IPA


                                                                                                    
Proses Belajar Mengajar PAIKEM
 



Hasil Belajar
                                                                                                 

                                    Gambar 5. Kerangka Pikir
C.    Hipotesis Tindakan
Adapun hipotesis pada penelitian ini adalah : “Jika dalam proses pembelajaran digunakan metode PAIKEM maka hasil belajar pada murid kelas IV SD 279 Palakka Kabupaten Soppeng.









BAB III
METODE PENELITIAN
A.    Jenis Penelitian
Penelitian dikembangkan adalah jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dengan menggunakan PAIKEM dalam kegiatan pembelajaran sebagai upaya peningkatan hasil belajar pada murid Kelas IV SD 279 Palakka Kabupaten Soppeng.
B.     Setting Penelitian
1.      Subjek Penelitian
Yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah murid kelas IV SD 279 Palakka tahun ajaran 2011/2012.
2.      Tempat Penelitian
Penelitian ini di laksanakan di SD 279 Palakka Kabupaten Soppeng.
3.      Waktu Penelitian

Penelitian dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2011/2012 jadwal sesuai dengan kalender pendidikan dan jadwal mata pelajaran. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus dilaksanakan sebanyak empat kali pertemuan tatap muka, dan satu kali pertemuan untuk tes siklus.


C.     Prosedur penelitian
Prosedur Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilakukan dengan menggunakan siklus. Secara umum prosedur penelitian dapat digambarkan sebagai berikut:
PERENCANAAN

SIKLUS I

PELAKSANAAN           
REFLEKSI          
SIKLUS II       
PELAKSANAAN           
HASIL         
OBSERVASI           
REFLEKSI            
OBSERVASI         
PERENCANAAN         














Bagan model penelitian tindakan kelas menurut Arikunto 1996: 16   
Adapun prosedur penelitian tindakan kelas ini terdiri dari 4 tahapan, yaitu:
1)      Perencanaan tindakan
2)      Pelaksanaan tindakan
3)      Pengamatan
4)      Refleksi
Gambaran Umum Siklus I
1.      Perencanaan tindakan
Adapun kegiatan yang dilaksanakan pada tahap perencanaan ini adalah sebagai berikut:
1)      Mempersiapkan murid yang akan menjadi subjek penelitian.
2)      Menganalisis materi pelajaran yang akan diajarkan dalam pelaksanaan penelitian.
3)      Mempelajari media yang tepat (relevan) dengan materi yang akan dibawakan.
4)      Membuat RPP sesuai dengan metode dan model pembelajaran yang akan diajarkan kepada murid.Lampiran 1
5)      Memuat observasi murid. Lampiran 2
6)      Memuat lembar kerja murid. Lampiran 3
7)      Merancang alat evaluasi. Lampiran 4
2.      Pelaksanaan tindakan
Pada tahap pelaksanaan tindakan kelas siklus I dilaksanakan sebanyak empat kali pertemuan untuk tatap muka dan satu kali pertemuan untuk kegiatan evaluasi/tes siklus pada mata pelajaran IPA dengan menggunakan PAIKEM dalam pelaksanaan pembelajarannya.
3.      Pengamatan dan evaluasi
a.       Tahap pengamatan
Tahap ini dilakukan selama  penelitian berlangsung, melakukan pengamatan terhadap proses pelaksanaan tindakan pada setiap pertemuan dengan menggunakan lembar observasi yang telah dibuat untuk penelitian ini.
4.      Refleksi
Pada tahapan refleksi ini hasil yang diperoleh dari kegiatan pengamatan selanjutnya dikumpul dan dianalisis.
Hasil analisis tersebut kemudian dapat dijadikan sebagai acuan untuk rencana perbaikan siklus selanjutnya
Gambar siklus II
Pada siklus ini, langkah-langkah kegiatan yang dilakukan sama dengan langkah-langkah kegiatan pada siklus I, yaitu empat kali pertemuan tatap muka dan satu kali pertemuan untuk kegiatan evaluasi.
Pada siklus II ini, disesuaikan dengan hasil rerfleksi pada siklus I.
D.    Instrumen Penelitian
Instrumen yang di gunakan untuk mengumpulkan data dalam rangka penelitian ini adalah:
1.      Lembar pengamatan
Lembar pengamatan digunakan untuk mengetahui data tentang kehadiran murid, keaktifan, dan perhatian murid dalam mengikuti proses belajar mengajar.
2.      Tes hasil Belajar
Tes hasil belajar di gunakan untuk memperoleh informasi tentang penguasaan murid setelah proses pembelajaran.
3.      Lembar Pertanyaan Tentang Respon Murid
Untuk mengetahui respon murid terhadap proses pembelajaran dengan menggunakan metode.
E.     Teknik Pengumpulan Data
1.      Observasi
Data yang diperoleh melalui kegiatan observasi, yaitu kegiatan pemusatan perhatian terhadap suatu subjek yag akan diteliti. Peneliti mengadakan pengamatan secara langsung untuk mengumpulkan data aktivitas belajar murid yang akan diteliti dengan menggunakan pedoman sebagai instrumen pengamatan.
2.      Tes
Data yang di peroleh melalui tes untuk mendapatkan data tentang  hasil belajar murid.
3.      Dokumentasi
Teknik dokumentasi digunakan sebagai sumber data sekunder, berupa dokumen silabus, RPP, alat evaluasi/penilaian (observasi), serta gambar kegiatan proses pembelajaran di kelas.  
F.     Teknik Analisis Data
Data yang telah di kumpulkan akan di analisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil pengamatan akan di analisis secara kualitatif. Sedangkan data mengenai hasil belajar akan di analisis secara kuantitatif dengan menggunakan statistik deskriptif.
Untuk mengukur secara kuantitatif kemampuan murid mengerjakan tes hasil belajar digunakan teknik pengkategorian dengan skala lima berdasarkan teknik kategorisasi standar yang di terapkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Haslinawati, 2007; 42).
Skor
Kategori
0-34
Sangat rendah
35-54
Rendah
55-64
Sedang
65-84
Tinggi
85-100
Sangat tinggi

G.    Indikator Keberhasilan
Indikator keberhasilan penenlitian tindakan ini adalah terjadinya peningkatan hasil belajar murid, yaitu ditinjau dari hasil tes setiap akhir siklus yakni bila rata- rata kemampuan belajar dan minat anak mengalami peningkatan.
Dimana kriteria ketuntasan maksimal yang harus dicapai oleh murid yaitu 85 %. Dan dikatakan terjadi peningkatan hasil belajar murid apabila murid mampu mencapai atau melebihi standar yang telah ditentukan atau ditetapkan.


DAFTAR PUSTAKA
Abidin, Ir. Zainal. 1987. Dasar Pengetahuan Ilmu Tanaman. Bandung: Angkasa.
Ashari, Ir Sumeru. 2002. Pengantar Biologi Reproduksi Tanaman. Jakarta: Rineka Cipta.
Buchari, Alma. 2010. Buku Profesional.Bandung: Alfabeta.
Kemala, Rosa. 2011. Pembelajaran Kontekstual. Bandung: 20 November 2011.
Khaeruddin dkk. 2009. Metodologi Penelitian. Makassar: Lembaga Perpustakaan dan Penerbitan Universitas Muhammadiyah Makassar.
Koes, Supriyono. H dan Prabowo. 1998. Konsep-konsep Dasar IPA. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Proyek Pendidikan Guru Sekolah Dasar.
Leksono, Suroso Mukti, dkk. 2007. Sains Modern. Jakarta: Widya Utama.
Ma’mur, Asmani Jamal. 2011. Tujuh Tips Aplikasi PAKEM. Jogjakarta: DIVA Press.
Ratna, A.Kasim. Materi dan Pembelajaran. Makassar: Universitas Muhammadiyah Makassar.
Rusman. 2011. Model-model Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Pers.
Sanjaya, Wina. 2010. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Kencana.
Soedarso. 1996. Sistem Membaca Cepat dan Efektif. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Suprijono, Agus. 2009. Cooperatif Learning Teori dan Aplikasi PAIKEM. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Susilo. 2009. Panduan Penelitian Tindakan Kelas. Yogyakarta: Pustaka Book Publisher.
Sutedjo, Ir. Mulyani dan RTG. Sukaryo Kartasapoetra. 1989. Tumbuhan dan Oragan-organ Pertumbuhannya. Jakarta: Bina Aksara.
Wahyono, Budi dan Setyo Nurachmandani. 2008. Ilmu Pengetahuan Alam 4. Klaten: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
           





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar